BAB
I
PENDAHULUAN
Segala puji syukur kami
panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Yang telah melimpahkan rahmat dan
karunia-Nya kepada kita semua, sehingga kami dapat melaksanakan Program Study
Kenal Alam Lingkungan (SKAL) dengan sehat dan selalu dalam lindungan-Nya.
Semoga Tuhan senantiasa membimbing langkah kita semua. Amin
A. Latar Belakang
Sesudah ditemukan Candi
Borobudur, pemerintah menghimbau warga Negara Indonesia untuk mengenal Candi Borobudur itu.
Sehingga masyarakat menyelenggarakan suatu acara yang dinamakan “ piknik “.
Akan tetapi, bukan hanya di lingkungan masyarakat saja,namun di lingkungan
sekolah juga dihimbau oleh pemerintah untuk pengenalan Candi Borobudur
tersebut. Seperti,di lingkungan masyarakat, ibu-ibu PKK mengadakan piknik ke
Candi Borobudur. Begitu juga di lingkungan sekolah juga diadakan piknik setiap
tahun sekali.
Namun lambat laun di
lingkungan sekolah istilah “ piknik” diganti dengan “ SKAL ( Studi Kenal Alam
Lingkungan )” dan pelaksanaannya dikelas 8. dalam pelaksanaan SKAL tersebut,
siswa siswi wajib membuat Laporan Karya Tulis,setelah pelaksanaan SKAL tersebut
selesai.
Dan sampai sekarang
SKAL sudah menjadi tradisi dan kebiasaan di lingkungan sekolah yang diadakan
setiap tahun sekali.
B.
Dasar
Kegiatan
Sebagai
dasar penyelenggaraan Program Study Kenal Alam
Lingkungan
adalah :
1. Program
Kerja Urusan Standar Kompetensi Lulusan tahun pelajaran 2011/2012
2. Rencana
Kerja dan Anggaran Sekolah tahun 2011/2012
C.
TUJUAN
UMUM
ü Untuk
menambah pengetahuan dan melihat lebih dekat tentang sebagian kawasan Nusantara
yang kita cintai
ü Untuk
memberikan pemahaman tentang Wawasan Nusantara
ü Kita
juga akan bisa menikmati keindahan alam ciptaan Allah yang dikaruniakan kepada
kita
D.
TUJUAN
KHUSUS
·
kita akan mendapat bekal
pengetahuan,keterampilan,dan pengalaman di luar sekolah
E.
Waktu
Pelaksanaan
Kegiatan
Study Kenal Alam Lingkungan (SKAL) dilaksanakan pada :
a) Hari,
tanggal : Kamis s.d Sabtu
22 s.d
24 Desember 2011
F.
Lokasi
a. Candi
Prambanan
b. Malioboro
c. Candi
Borobudur
d. Keraton
e. Taman
Pintar
f. Dirgantara
BAB
II
ISI
KARYA TULIS
a. CANDI PRAMBANAN (LORO JONGGRANG)
LOKASI
Candi Loro Jonggrang atau Candi Prambanan terletak di
perbatasan propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Propinsi Jawa Tengah kurang
lebih 17 km ke arah timur dari kota Yogyakarta atau kurang lebih 53 km sebelah
barat Solo,komplek bagian barat masuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan
bagian timur masuk wilayah Propinsi Jawa Tengah di Sebelah Timur sungai Opak
kurang lebih 200 m sebelah utara JL.Raya Yogya-Solo.

Asal Usul Nama
“PRAMBANAN” terletak di daerah Prambanan “LORO JONGGRANG” legenda yang
menceritakan tentang seorang dara yang jonggrang atau gadis jakung putri prabu
BOKO.
SEJARAH
Candi Prambanan adalah Kelompok percandian Hindu yang
dibangun oleh raja-raja Dinasti Sanjaya pada abad lX .Ditemukannya tulisan nama
Pikatan pada candi ini menimbulkan pendapat bahwa candi ini di bangun oleh
Rakai Pikatan yang kemudian di selesaikan oleh Rakai Balitung berdasarkan
prasasti berangka tahun 856 M “Prasasti Siwargrha”.
1. CANDI
SIWA
Luas dasar 34 meter persegi dan tinggi 47
meter adalah yang terbesar dan terpenting.
Dinamakan Candi Siwa karena di dalamnya
terdapat arca SIWA MAHADEWA yang merupakan arca terbesar yakni : kaki,tubuh,dan kepala/atap.
Kaki
Candi menggambarkan “dunia bawah”
tempat manusia yang masih diliputi hawa nafsu , Tubuh Candi menggambarkan
“dunia tengah” tempat manusia yang telah meninggalkan keduniawian dan Atap melukiskan “dunia atas” tempat para
dewa.
KOSMOS
yakni arca dewa-dewa dan makhluk-makhluk surgawi yang menggambarkan
Gunung Mahameru (G.Everest di India)
tempat para dewa.Replika gunung itu terbukti
dengan adanya arca –arca dewa Lokapala yang terpahat pada kaki Candi
Siwa .
Pintu
Utama sebelah timur dengan tangga masuknya yang terbesar.Di kanan Kiri nya
berdiri 2 arca raksasa penjaga dengan membawa gada yang merupakan manifestasi
dari Siwa.
Kamar
Terdepan kosong,sedangkan ketiga kamar lainnya masing-masing berisi arca
arca : Siwa Maha Guru,Ganesa dan Durga.
Dasar
Kaki Candi di kelilingi selasar yang
di batasi oleh pagar langkan.
“Pradaksina”
(berjalan searah jarum jam) terletak pada dinding langkan sebelah
dalam mulai dari pintu utama .Hiasan-hiasan dinding sebelah luar berupa “kinari-kinari” (makhluk bertubuh burung
berkepala manusia) “kalamakara”
(kepala raksasa yang lidahnya berwujud sepasang mitologi) dan makhluk surgawi
lainnya.Atap Candi di hiasi oleh “ratna”
dan puncaknya terdapat “ratna”
terbesar.
a) Arca
Siwa Mahadewa
Menurut ajaran Trimurti-Hindu yang paling di hormati adalah Dewa Brahma
sebagai pencipta alam , kemudian Dewa Wisnu sebagai perusak alam.Siwa adalah
yang paling terkenal di JAWA ataupun di India.Arca ini mempunyai tinggi 3
meter berdiri diatas landasan batu
setinggi 1 meter.Diantara kaki arca dan landasananya terdapat batu bundar
berbentuk bunga teratai . Arca ini menggambarkan raja Balitung, Balitung di
pandang sebagai penjelmaan Siwa sehingga setelah wafat di candikan sebagai Siwa
oleh keturunan dan rakyatnya.
b) Arca
Siwa Maha Guru
Arca ini memiliki tanda tanda seperti pertapa Trisula yang berada di
sebelah kanan belakangnya menandakan senjata khas Siwa.Arca ini menggambarkan
seorang pendeta alam dalam istana Raja Balitung sekaligus seorang penasehat dan
guru.
c) Arca
Ganesha
Berwujud manusia berkepala gajah bertangan 4 yang sedang duduk dengan
perut gendut.Ganesha memang menjadi lambang kebijaksanaan dan ilmu pengetahuan,
penghalau segala kesulitan.Pada mahkotanya
terdapat tengkorak dan bulan sabit sebagai tanda bahwa ia anak Siwa dan Uma,
istrinya. Arca ini manggambarkan putar mahkota sekaligus panglima perang Raja
Balitung.
d) Arca
Durga atau Loro Jonggrang
Berwujud seorang wanita bertangan 8 yang memegang beraneka ragam
senjata.Ia berdiri diatasbanteng Nandi dalam sikap “tribangga” (3 gaya gerak yang membentuk lekukan tubuh).Banteng
Nandi sebenarnya penjelmaan dari Asura yang menyamar.
Menurut mitologi ia tercipta dari lidah-lidah api yang keluar dari tubuh
para dewa .Durga adalah dewi kematian karenanya arca ini menghadap ke utara
yang merupakan mata angin kematian.Arca ini sangat indah ,arca ini
menggambarkan permaisuri Raja Balitung.
2. CANDI
BRAHMA
Luas
dasarnya 20 meter persegi dan tingginya 37 meter.Di dalam satu satunya ruangan
berdirilah arca Brahma berkepala 4 dan berlengan 4 .Arca ini sebenarnya sangat
indah tapi sudah rusak.
Sebagai
Pencipta ia membawa air karena seluruh alam keluar dari air.Dasar kaki candi
juga di kelilingi oleh selasar yang di batasi pagar langkan di mana pada
dinding langkan sebelah terpahat relief lanjutan ceritera Ramayana dan relief
serupa pada candi Siwa hingga tamat.
3. CANDI
WISNU
Bentuk
ukuran relief dan hiasan dinding luarnya sama dengan candi Brahma.Di dalam satu
satunya ruangan yang ada berdirilah arca Wisnu ,pada dinding langkan sebelah
dalam terdapat relief cerita Kresna sebagai “Avatara” atau penjelmaan Wisnu dan Balarama (Baladewa) kakaknya.
4. CANDI
NANDI
Luas
dasarnya 15 meter persegi dan tingginya 25 meter.Di dalam satu-satunya ruangan
yang ada ,terbaring arca seekor lembu jantan dalam sikap merdeka dengan kurang
lebih 2 meter.Di sudut belakangnya terdapat arca dewa Candra.
5. CANDI
ANGSA
Candi ini mempunyai satu ruangan
yang tak berisi apapun.Luas dasarnya 13 meter persegi dan tingginya 22 meter
.Ruangan ini hanya di pakai untuk kandang angsa hewan yang biasa di kendarai
oleh Brahma.
6. CANDI
GARUDA
Bentuk ukuran serta hiasan dindingnya sama dengan candi Angsa.Di dalam
satu satunya ruangan yang ada terdapat arca Garuda diatas seekor naga .Garuda
adalah kendaraan Wisnu.
7. CANDI
APIT
Luas dasarnya 6 meter persegi dangan tinggi
16 meter.Ruangannya kosong.Mungkin candi ini dipergunakan untuk bersemedi
sebelum memasuki candi-candi induk.
8. CANDI
KELIR
Luas dasarnya 1,55 meter persegi dengan
tinggi 4,10 meter .Fungsinya sebagai penolak bala.
9. CANDI
SUDUT
Ukuran candi-candi ini sama dengan ukuran
candi kelir.
CANDI-CANDI
LAIN DISEKITAR PRAMBANAN
Ø
CANDI LUMBUNG, BUBRAH DAN SEWU
Ketiga candi budha ini tinggal reruntuhan kecil kecuali candi sewu yang
masih bisa dinikmati keindahannya ,terletak dalam komplek Candi Prambanan.
Ø
CANDI PLAOSAN
Letaknya kurang
lebih 1 km kearah timur dari candi Sewu.Candi ini di bangun pada pertengahan
abad 9 Masehi oleh Rakai Pikatan sebagai hadiah kepada permaisurinya .
Ø
CANDI SOJIWAN
Letak candi ini kurang lebih 2 kmkearah tenggara dari percandian
Prambanan.Sebagian besar hanya berupa reruntuhan.Pada kaki candi terdapat relief cerita binatang yang mengandung
nilai-nilai filsafat.
Ø
CANDI BOKO (KRATON RATU BOKO)
Letaknya kurang lebih 3 km kearah selatan dari percandian
Prambanan,berdiri diatas Bukit Kidul yang merupakan lanjutan dari pegunungan
Seribu dengan pemandangan alam nan permai di sekitarnya.Bangunan ini sangat
unik dan lebih mengesankan seperti sebuah Kraton (istana).Balaputra Dewa dari
dinasti Syailendra yang beragama Budha mendirikan pada pertengahan abad 9
Masehi sebagai benteng pertahanan.
Ø
CANDI BANYUNIBO
Candi ini terletak kurang lebih 200 meter kearah tenggara dari Candi Boko
berdiri di atas sebuah lembah “Banyu berarti “air” “nibo” berarti “jatuh
menetas”.Keduanya memiliki makna yang puitis bagi lingkungan masyarakat Jawa.Candi Budha ini didirikan pada abad 9
Masehi.
Ø
CANDI SARI
“Sari” berarti “indah” atau “cantik” sesuai bentuknya yang ramping.Puncak
atapnya berhiaskan 9 stupa.
Ø
CANDI BANYUNIMBO
Candi ini terletak kurang lebih 200 meter kearah tenggara dari candi
Boko,berdiri diatas sebuah lembah.Arca-arca Bodisatwa terpahat pada dinding
luarnya.Dinding ini di hias dengan amat indahnya.
Ø
CANDI KALASAN
Peninggalan agama budha tertuadi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa
Tengah adalah Candi Kalasan .Letak pada sisi kanan jalan raya Yogya-Solo km 13
masuk beberapa puluh meter kearah selata. Candi ini didirikan oleh Panangkaran
pada abad 8 masehi sebagai persembahan terhadap Dewi Tara.dengan hiasan
kahyangan diatasnya terpahat diatas pintu masuk dengan begitu indahnya.Candi
ini dianggap permata kesenian Jawa Tengah.
Ø
CANDI SAMBISARI
Letaknya 5,5 km dari percandian Prambanan kearah barat dan kurang lebih
2,5 km kearah utara dari jalan raya Yogya-Solo.Setelah terpendam selama
berabad-abad karena letusan gunung Merapi ,pada bulan Juli 1966 di temukan
kembali secara kebetulan oleh seorang petani
yang tengah mengerjakan sawahnya .Pada tahun 1986telah selesai di
pugar.Keunikannya ia terletak 6,5 meter di bawah permukaan tanah dan tak
mempunyai kaki candi yang sebenarnya.Bangunan terdiri atas candi induk dan 3
candi Perwara yang tidak bertubuh maupun berkaki.Candi Hindu ini di perkirakan
mulai berdiri antara kurang lebih 812-838 Masehi.
b.
MALIOBORO
Malioboro,
Bernostalgia di Surga Cinderamata.Membentang
di atas sumbu imajiner yang menghubungkan Kraton Yogyakarta, Tugu dan puncak
Gunung Merapi, jalan ini terbentuk menjadi suatu lokalitas perdagangan setelah
Sri Sultan Hamengku Buwono I mengembangkan sarana perdagangan melalui sebuah
pasar tradisional semenjak tahun 1758.

Setelah
berlalu 248 tahun, tempat itu masih bertahan sebagai suatu kawasan perdagangan
bahkan menjadi salah satu ikon Yogyakarta yang dikenal dengan
Malioboro.Terletak sekitar 800 meter dari Kraton Yogyakarta, tempat ini dulunya
dipenuhi dengan karangan bunga setiap kali Kraton melaksanakan perayaan.
Malioboro yang dalam bahasa sansekerta berarti "karangan bunga"
menjadi dasar penamaan jalan tersebut.Diapit pertokoan, perkantoran, rumah
makan, hotel berbintang dan bangunan bersejarah, jalan yang dulunya sempat
menjadi basis perjuangan saat agresi militer Belanda ke-2 pada tahun 1948 juga
pernah menjadi lahan pengembaraan para seniman yang tergabung dalam komunitas
Persada Studi Klub (PSK) pimpinan seniman Umbul Landu Paranggi semenjak tahun
1970-an hingga sekitar tahun 1990.Surga CinderamataMenikmati pengalaman
berbelanja, berburu cinderamata khas Jogja, wisatawan bisa berjalan kaki
sepanjang bahu jalan yang berkoridor (arcade). Di sini akan ditemui
banyak pedagang kaki lima yang menggelar dagangannya. Mulai dari produk
kerajinan lokal seperti batik, hiasan rotan, wayang kulit, kerajinan bambu
(gantungan kunci, lampu hias dan lain sebagainya) juga blangkon (topi khas
Jawa/Jogja) serta barang-barang perak, hingga pedagang yang menjual pernak
pernik umum yang banyak ditemui di tempat perdagangan lain. Sepanjang arcade,
wisatawan selain bisa berbelanja dengan tenang dalam kondisi cerah maupun
hujan, juga bisa menikmati pengalaman belanja yang menyenangkan saat menawar
harga. Jika beruntung, bisa berkurang sepertiga atau bahkan separohnya.Jangan
lupa untuk menyisakan sedikit tenaga. Masih ada pasar tradisional yang harus
dikunjungi. Di tempat yang dikenal dengan Pasar Beringharjo, selain wisatawan
bisa menjumpai barang-barang sejenis yang dijual di sepanjang arcade,
pasar ini menyediakan beraneka produk tradisional yang lebih lengkap. Selain
produk lokal Jogja, juga tersedia produk daerah tetangga seperti batik
Pekalongan atau batik Solo. Mencari batik tulis atau batik print, atau sekedar
mencari tirai penghias jendela dengan motif unik serta sprei indah bermotif
batik. Tempat ini akan memuaskan hasrat berbelanja barang-barang unik dengan
harga yang lebih murah.Berbelanja di kawasan Malioboro serta Beringharjo,
pastikan tidak tertipu dengan harga yang ditawarkan. Biasanya para penjual
menaikkan harga dari biasanya bagi para wisatawan.Benteng Vredeburg dan Gedung
Agung.Di penghujung jalan
"karangan bunga" ini, wisatawan dapat mampir sebentar di Benteng
Vredeburg yang berhadapan dengan Gedung Agung. Benteng ini dulunya merupakan
basis perlindungan Belanda dari kemungkinan serangan pasukan Kraton. Seperti
lazimnya setiap benteng, tempat yang dibangun tahun 1765 ini berbentuk tembok
tinggi persegi melingkari areal di dalamnya dengan menara pemantau di empat
penjurunya yang digunakan sebagai tempat patroli. Dari menara paling selatan,
YogYES sempat menikmati pemandangan ke Kraton Kesultanan Yogyakarta serta
beberapa bangunan historis lainnya.Sedangkan Gedung Agung yang terletak di depannya
pernah menjadi tempat kediaman Kepala Administrasi Kolonial Belanda sejak tahun
1946 hingga 1949. Selain itu sempat menjadi Istana Negara pada masa
kepresidenan Soekarno ketika Ibukota Negara dipindahkan ke Yogyakarta.Lesehan
Malioboro.Saat matahari mulai
terbenam, ketika lampu-lampu jalan dan pertokoan mulai dinyalakan yang menambah
indahnya suasana Malioboro, satu persatu lapak lesehan mulai digelar. Makanan
khas Jogja seperti gudeg atau pecel lele bisa dinikmati disini selain masakan
oriental ataupun sea food serta masakan Padang. Serta hiburan lagu-lagu
hits atau tembang kenangan oleh para pengamen jalanan ketika bersantap. Bagi
para wisatawan yang ingin mencicipi masakan di sepanjang jalan Malioboro,
mintalah daftar harga dan pastikan pada penjual, untuk menghindari naiknya
harga secara tidak wajar.Mengunjungi Yogyakarta yang dikenal dengan
"Museum Hidup Kebudayaan Jawa", terasa kurang lengkap tanpa mampir ke
jalan yang telah banyak menyimpan berbagai
cerita sejarah perjuangan Bangsa Indonesia serta dipenuhi dengan beraneka
cinderamata. Surga bagi penikmat sejarah dan pemburu cinderamata.
c.
CANDI
BOROBUDUR
ASAL MULA CANDI BOROBUDUR
Latar belakang Candi Borobudur:
·
Waktu Di
Dirikan

Banyak buku – buku sejarah yang menuliskan tentang Candi Borobudur akan tetapi kapan Candi Borobudur itu di dirikan tidaklah dapat di ketahui secara pasti namun suatu perkiraan dapat di peroleh dengan tulisan singkat yang di pahatkan di atas pigura relief kaki asli Candi Borobudur ( Karwa Wibhangga ) menunjukan huruf sejenis dengan yang di dapatkan dari prasati di akhir abad ke – 8 sampai awal abad ke – 9 dari bukti – bukti tersebut dapat di tarik kesimpulan bahwa Candi Borobudur di dirikan sekitar tahun 800 M.
Kesimpulan tersebut di atas itu ternyata sesuai benar dengan dengan kerangka sejarah Indonesia pada umumnya dan juga sejrah yang berada di daerah jawa tengah paa khususnya periode antara abad ke – 8 dan pertengahan abad ke – 9 di terkenal dengan abad Emas Wangsa Syailendra kejayaan ini di tandai di bangunnya sejumlah besar candi yang di lereng – lereng gunung kebanyakan berdiri khas bangunan hindu sedangkan yang bertebaran di dataran – dataran adaaalah khas bangunan Budha tapi ada juga sebagian khas Hindu
Dengan demikian dapat di tarik kesimpulan bahwa Candi Borobudur di bangun oleh wangsa Syailendra yang terkenal dalam sejarah karena karena usaha untuk menjungjung tinggi dan mengagungkan agama Budha Mahayana.
·
Penemuan
Kembali
Borobudue yang menjadi keajaiban dunia menjulang tinggidi antara dataran
rendah di sekelilingnyaTidak akan pernah mamasuk akal mereka melihat karya seni terbesar yang merupakan hasil karya sangat mengagumkan dan tidak lebih masuk akal lagi bila di katakan Candi Borobudur pernah mengalami kerusakan
Memang demikian keadaannya Candi Borobudur terlupakan selama tenggang waktu yang cukup lama bahkan sampai berabad – abad bangunan yang begitu megahnya di hadapkan pada proses kehancuran. Kira – kira hanya 150 tahun Candi Borobudur di gunakan sebagai pusat Ziarah, waktu yang singkat di bandingkan dengan usianya ketika pekerja menghiasi / membangun bukit alam Candi Borobudur dengan batu – batu di bawah pemerintahan yang sangat terkenal yaitu SAMARATUNGGA, sekitar tahun 800 – an dengan berakhirnya kerajaan Mataram tahu 930 M pusat kehidupan dan kebudayaan jawa bergeser ke timur
Demikian karena terbengkalai tak terurus maka lama – lama di sana – sini tumbuh macam – macam tumbuhan liar yang lama kelamaan menjadi rimbun dan menutupi bangunannya. Pada kira – kira abad ke – 10 Candi Borobudur terbengkalai dan terlupakan.
Baru pada tahun 1814 M berkat usaha Sir Thomas Stamford Rafles Candi Borobudur muncul dari kegelapan masa silam. Rafles adalah Letnan Gubernur Jendral Inggris, ketika Indonesia di kuasai / di jajah Inggris pada tahun 1811 M – 1816 M.
Pada tahun 1835 M seluruh candi di bebaskan dari apa yang menjadi penghalang pemandangan oleh Presiden kedua yang bernama Hartman, karen begitu tertariknya terhadap Candi Borobudur sehingga ia mengusahakan pembersihan lebih lanjut, puing –puing yang masih menutupi candi di sigkirkan dan tanah yang menutupi lorong – lorong dari bangunan candi di singkirkan semua shingga candi lebih baik di bandingkan sebelumnya.
·
Penyelamatan
I
Semenjak Candi Borobudur di temukan dimulailah usaha perbaikan dan pemugaran
kembali bangunan Candi Borobudur mula – mula hanya dilakukan secara kecil –
kecilan serta pembuatan gambar – gambar dan photo – photo reliefnya. Pemugaran
Candi Borobudur yang pertam kali di adakan pada tahun 1907 M – 1911 M di bawah
pimpinan Th Van erf dengan maksudnya adalah untuk menghindari kerusakan –
kerusakan yang lebih besar lagi dari bangunan Candi Borobudur walaupun banyak
bagian tembok atau dinding – dinding terutam tingkat tiga dari bawah sebelah
Barat Laut, Utara dan Timur Laut yang masih tampak miring dan sangat
mengkhawatirkan bagi para pengunjungmaupun bangunannya sendiri namun pekerjaan
Van Erp tersebut untuk sementara Candi Borobudur dapat dsi selamatkan dari kerusakan
yang lebih besar.Mengenai gapura – gapura hanya beberapa saja yang telah di kerjakan masa itu telah mengembalikan kejayaan masa silam, namun juga perlu di sadari bahwa tahun – tahun yang di lalui borobudur selama tersembunyi di semak – semak secara tidak langsung telah menutupi adan melindungi dari cuaca buruk yang mungkin dapat merusak bangunan Candi Borobudur, Van Erp berpendapat miring dan meleseknya dinding – dinding dari bangunan itu tidak sangat membahayakan bangunan itu, Pendapat itu sampai 50 tahun kemudian memang tidak salah akan tetapi sejak tahun 1960 M pendapat Tn Vanerf itu mulai di ragukan dan di khawatirkan akan ada kerusakan yang lebih parah
·
Pemugaran
Candi Borobudur
Pemugaran Candi Borobudur di mulai tanggal 10 Agustus 1973 prasati dimulainya
pekerjaan pemugaran Candi Borobudur terletak di sebelah Barat Laut Menghadap ke
timur karyawan pemugaran tidak kurang dari 600 orang diantaranya ada tenaga –
tenaga muda lulusan SMA dan SIM bangunan yang memang diberikan pendidikan
khususnya mengenai teori dan praktek dalam bidang Chemika Arkeologi ( CA ) dan
Teknologi Arkeologi ( TA )Teknologi Arkeologi bertugas membongkar dan memasang batu - batu Candi Borobudur sedangkan Chemika Arkeologi bertugas membersihkan serta memperbaiki batu – batu yang sudah retak dan pecah, pekerjaan – pekerjan di atas bersifat arkeologi semua di tangani oleh badan pemugaran Candi Borobudur, sedangkan pekerjaan yang bersifat teknis seperti penyediaan transportasi pengadaaan bahan – bahan bangunan di tangani oleh kontraktor ( PT NIDYA KARYA dan THE CONTRUCTION AND DEVELOPMENT CORPORATION OF THE FILIPINE ).
Bagian – bagian Candi Borobudur yang di pugar ialah bagian Rupadhatu yaitu tempat tingkat dari bawah yang berbentuk bujur sangkar sedangkan kaki Candi Borobudur serta teras I, II, III dan stupa induk ikut di pugar pemugaran selesai pada tanggal 23 Februari 1983 M di bawah pimpinan DR Soekmono dengan di tandai sebuah batu prasati seberat + 20 Ton.
Prasasti peresmian selesainya pemugaran berada di halaman barat dengan batu yang sangat besar di buatkan dengan dua bagian satu menghadap ke utara satu lagi menghadap ke timur penulisan dalam prasasti tersebut di tangani langsung oleh tenaga yang ahli dan terampil dari Yogyakarta yang bekerja pada proyek pemugaran Candi Borobudur.
·
Bangunan
Candi Borobudur
v Uraian
Banguan Candi Borobudur
Candi Borobudur di bangun mengunakan batu Adhesit sebanyak 55.000 M3 bangunan Candi Borobudur berbentuk limas yang berundak – undak dengan tangga naik pada ke – 4 sisinya ( Utara, selatan, Timur Dan Barat ) pada Candi Borobudur tidak ada ruangan di mana orang tak bisa masuk melainkan bisa naik ke atas saja.
Lebar bangunan Candi Borobudur 123 M
Panjang bangunan Candi Borobudur 123 M
Pada sudut yang membelok 113 M
Dan tinggi bangunan Candi Borobudur 30.5 M
Pada kaki yang asli di di tutup oleh batu Adhesit sebanyak 12.750 M3 sebagai selasar undaknya.
Candi Borobudur merupakan tiruan dari kehidupan pada alam semesta yang terbagi ke dalam tiga bagian besar di antaranya :
1. Kamadhatu: Sama dengan alam bawah atau dunia hasrat dalam dunia ini manusia terikat pada hasrat bahkan di kusai oleh hasrat kemauan dan hawa nafsu, Relief – relief ini terdapat pada bagian kaki candi asli yang menggambarkan adegan – adegan Karmawibangga ialah yang melukiskan hukum sebab akibat.
2. Rupadhatu: Sama dengan alam semesta antara dunia rupa dalam hal manusia telah meninggalkan segala urusan keduniawian dan meninggalkan hasrat dan kemauan bagian ini terdapat pada lorong satu sampai lorong empat
3. Arupadhatu: Sama dengan alam atas atau dunia tanpa rupa yaitu tempat para dewa bagian ini terdapat pada teras bundar ingkat I, II, dan III beserta Stupa Induk.
Patung

Di dalam bangunan Budha terdapat patung – patung Budha berjumlah 504 buah diantaranya sebagai berikut:
Patung Budha yang terdapat pada relung – relung : 432 Buah
Sedangkan pada teras – teras I, II, III berjumlah : 72 Buah
Jumlah : 504 Buah
Agar lebih jelas susunan – susunan patung Budha pada Budha sebagai berikut:
1. Langkah I Teradapat : 104 Patung Budha
2. Langkah II Terdapat : 104 Patung Budha
3. Langkah III Terdapat : 88 Patung Budha
4. Langkah IV Terdapat : 22 Patung Budha
5. Langkah V Terdapat : 64 Patung Budha
6. Teras Bundar I Terdapat : 32 Patung Budha
7. Teras Bundar II Terdapat : 24 Patung Budha
8. Teras Bundar III Terdapat : 16 Patung Budha
Jumlah : 504 Patung Budha
Sekilas patung Budha itu tampak serupa semuanya namun sesunguhnya ada juga perbedaannya perbedaan yang sangat jelas dan juga yang membedakan satu sama lainya adalah dalam sikap tangannyayang di sebut Mudra dan merupakan ciri khas untuk setiap patung sikap tangan patung Budha di Candi Borobudur ada 6 macam hanya saja karena macam oleh karena macam mudra yang di miliki menghadap semua arah (Timur Selatan Barat dan Utara) pada bagian rupadhatu langkah V maupun pada bagian arupadhatu pada umumnya menggambarkan maksud yang sama maka jumlah mudra yang pokok ada 5 kelima mudra it adalah Bhumispara – Mudra Wara – Mudra, Dhayana – Mudra, Abhaya – Mudra, Dharma Cakra – Mudra.
·
Patung Singa
Pada Candi Borobudur selain patung Budha juga terdapat patung singa jumlah
patung singa seharusnya tidak kurang dari 32 buah akan tetapi bila di hitung
sekarang jumlahnya berkurang karena berbagai sebab satu satunya patung singa
besar berada pada halaman sisi Barat yang juga menghadap ke barat seolah – olah
sedang menjaga bangunan Candi Borobudur yang megah dan anggun.
·
Stupa
- Stupa Induk
Berukuran lebih besar dari stupa – stupa lainya dan terletak di tengah – tengah paling atas yang merupakan mhkota dari seluruh monumen bangunan Candi Borobudur, garis tengah Stupa induk + 9.90 M puncak yang tertinggi di sebut pinakel / Yasti Cikkara, terletak di atas Padmaganda dan juga trletak di garis Harmika.
- Stupa Berlubang / Terawang
Yang dimaksud stupa berlubang atau terawang ialah Stupa yang terdapat pada teras I, II, III di mana di dalamnya terdapat patung Budha.
Di Candi Borobudur jumlah stupa berlubang seluruhnya 72 Buah, stupa – stupa tersebut berada pada tingkat Arupadhatu
Teras I terdapat 32 Stupa
Teras II terdapat 24 Stupa
Teras III terdapat 16 Stupa
Jumlah 72 Stupa
- Stupa kecil
Stupa kecil berbentuk hampir sama dengan stupa yang lainya hanya saja perbedaannya yang menojol adalah ukurannya yang lebih kecil dari stupa yang lainya, seolah – olah menjadi hiasan bangunan Candi Borobudur keberadaanstupa ini menempati relung – relung pada langkah ke II saampai langkah ke V sedangkan pada langkah I berupa Keben dan sebagian berupa Stupa kecil jumlah stupa kecil ada 1472 Buah.
·
Relief
Relief Karmawibhangga bagian yang terlihat sekarang ini tidaklah sebagaimana
bangunan aslinya karena alasan teknis maupun yang lainya maka candi di buatkan
batu tambahan sebagai penutupRelief Karmawibhanga yang terdapat pada bagian Kamadhatu berjumlah 160 buah pigura yang secara jelas menggambarkan tentang hawa nafsu dan kenikmatan serta akibat perbuatan dosa dan juga hukuman yang di terima tetapi ada juga perbuatan baik serta pahalanya.
Yang di perlihatkan pada relief – relief itu antara lain:
- Gambaran mengenai mulut – mulut yang usil orang yang suka mabuk – mabukan perbuatan – perbuatan lain yang mengakibatkan suatu dosa.
- Perbuatan terpuji, gambaran mengenai orang yang suka menolong Ziarah ke tempat suci bermurah hati kepada sesama dan lain – lain yang mengakibatkan orang mendapat ketentraman hidup dan dapat pahala.
d.
KERATON JOGJAKARTA
Terletak di tengah poros utama yang
membujur dari utara ke selatan,serta poros sekunder daritimur ke barat.
Dikelilingi barisan pegunungan yang disebut Cakrawala sebagai tepian jagad.

Membentang
antara Tugu sebagai batas utara dan Panggung Krapyak di batas selatan, antara
Sungai Code di timur dan Sungai Winongo sebelah barat. Antara Gunung Merapi dan
Laut Selatan, Kraton dalam pikiran masyarakat Jawa, diartikan sebagai pusat dunia
yang digambarkan sebagai pusat jagad.Sejarah Kraton Yogyakarta.Setelah Perjanjian Giyanti, Pangeran
Mangkubumi diberi wilayah Yogyakarta. Untuk menjalankan pemerintahannya,
Pangeran Mangkubumi membangun sebuah istana pada tahun 1755 di wilayah Hutan Beringan.
Tanah ini dinilai cukup baik karena diapit dua sungai, sehingga terlindung dari
kemungkinan banjir. Raja pertama di Kesultanan Yogyakarta adalah Pangeran
Mangkubumi dengan gelar Sri Sultan Hamengku Buwono I (HB I).
o
Penamaan dan Makna Tata Letak
·
Karaton
Keraton atau Kraton,
berasal dari kata ka-ratu-an, yang berarti tempat tinggal ratu/raja.
Sedang arti lebih luas, diuraikan secara sederhana, bahwa seluruh struktur dan
bangunan wilayah Kraton mengandung arti :
v Berkaitan dengan pandangan hidup
Jawa yang essensial, yakni Sangkan Paraning Dumadi (dari mana asalnya
manusia dan kemana akhirnya manusia setelah mati).Garis besarnya, wilayah
Kraton memanjang 5 km ke arah selatan hingga Krapyak dan 2 km ke utara berakhir
di Tugu. Pada garis ini terdapat garis linier dualisme terbalik, sehingga bisa
dibaca secara simbolik filosofis. Dari arah selatan ke utara, sebagai lahirnya
manusia dari tempat tinggi ke alam fana, dan sebaliknya sebagai proses
kembalinya manusia ke sisi Dumadi (Tuhan dalam pandangan Jawa).
Sedangkan Kraton sebagai jasmani dengan raja sebagai lambang jiwa sejati yang
hadir ke dalam badan jasmani.Kraton menuju Tugu juga diartikan sebagai jalan
hidup yang penuh godaan. Pasar Beringharjo melambangkan godaan wanita.
Sedangkan godaan akan kekuasaan dilambangkan lewat Gedung Kepatihan. Keduanya
terletak di sebelah kanan. Jalan lurus itu sendiri sebagai lambing manusia yang
dekat dengan Pencipta (Sankan Paraning Dumadi).Secara sederhana, Tugu
perlambangan Lingga (laki-laki) dan Krapyak sebagai Yoni
(perempuan). Dan Kraton sebagai jasmani yang berasal dari keduanya.
·
Makna Tata Ruang Kraton Yogyakarta
Setelah
diguncang gempa tahun 1867, Kraton mengalami kerusakan berat. Pada masa HB VII
tahun 1889, bangunan tersebut dipugar. Meski tata letaknya masih dipertahankan,
namun bentuk bangunan diubah seperti yang terlihat sekarang Tugu dan Bangsal Manguntur Tangkil atau
Bangsal Kencana (tempat singgasana raja)
e.
TAMAN PINTAR

o
Latar Belakang
·
Sejak terjadinya ledakan
perkembangan sains sekitar tahun 90-an, terutama Teknologi Informasi, pada
gilirannya telah menghantarkan peradaban manusia menuju era tanpa batas.
Perkembangan sains ini adalah sesuatu yang patut disyukuri dan tentunya
menjanjikan kemudahan-kemudahan bagi perbaikan kualitas hidup manusia.
·
Menghadapi realitas perkembangan
dunia semacam itu, dan wujud kepedulian terhadap pendidikan, maka Pemerintah
Kota Yogyakarta menggagas sebuah ide untuk Pembangunan "Taman Pintar".
·
di kawasan ini nantinya para siswa,
mulai pra sekolah sampai sekolah menengah bisa dengan leluasa memperdalam
pemahaman soal materi-materi pelajaran yang telah diterima di sekolah dan
sekaligus berekreasi.
·
Dengan Target Pembangunan Taman
Pintar adalah memperkenalkan science kepada siswa mulai dari dini, harapan lebih
luas kreatifitas anak didik terus diasah, sehingga bangsa Indonesia tidak hanya
menjadi sasaran eksploitasi pasar teknologi belaka, tetapi juga berusaha untuk
dapat menciptakan teknologi sendiri.
·
Bangunan Taman Pintar ini dibangun
di eks kawasan Shopping Center, dengan pertimbangan tetap adanya keterkaitan
yang erat antara Taman Pintar dengan fungsi dan kegiatan bangunan yang ada di
sekitarnya, seperti Taman Budaya, Benteng Vredeburg, Societiet Militer dan
Gedung Agung.
·
Taman Pintar. Terletak di Jl Panembahan
Senopati No 1-3, Taman Pintar Yogyakarta mulai menarik minat banyak orang.
Ketika YogYES berkunjung, nampak ratusan anak kecil memadati area depan tempat
wisata ini.
·
Taman Pintar terbagi dalam berbagai
bangunan yaitu:Zona khusus anak,gedung oval,dll
o
Bangunan taman pintar
Bangunan Taman Pintar ini dibangun
di eks kawasan Shopping Center, dengan pertimbangan tetap adanya keterkaitan
yang erat antara Taman Pintar dengan fungsi dan kegiatan bangunan yang ada di
sekitarnya, seperti Taman Budaya, Benteng Vredeburg, Societiet Militer dan
Gedung Agung.
Relokasi area mulai dilakukan pada
tahun 2004, dilanjutkan dengan tahapan pembangunan Tahap I adalah Playground
dan Gedung PAUD Barat serta PAUD Timur, yang diresmikan dalam Soft
Opening I tanggal 20 Mei 2006 oleh Mendiknas, Bambang Soedibyo.
Pembangunan Tahap II adalah Gedung
Oval lantai I dan II serta Gedung Kotak lantai I, yang diresmikan dalam Soft
Opening II tanggal 9 Juni 2007 oleh Mendiknas, Bambang Soedibyo dan Menristek,
Kusmayanto Kadiman, serta dihadiri oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku
Buwono X.
Pembangunan Tahap III adalah Gedung
Kotak lantai II dan III, Tapak Presiden dan Gedung Memorabilia.
Dengan selesainya tahapan
pembangunan, Grand Opening Taman Pintar dilaksanakan pada tanggal 16 Desember
2008 yang diresmikan oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.
Secara keseluruhan, Taman
Pintar ini cukup representatif dan cukup mendidik, sehingga layak menjadi salah
satu alternatif tempat wisata keluarga dan anak-anak.
o
Gedung yang ada di taman pintar
Zona khusus anak
Di antara Playground Arena
terdapat Zona Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang khusus diperuntukkan bagi
anak usia 2-7 tahun. Zona ini terbagi atas 2 gedung yaitu gedung barat dan
gedung timur.
Karena sudah tidak memenuhi
persyaratan umur, YogYES tidak bisa masuk ke dalam kedua gedung ini. Namun dari
papan yang terpampang di depan gedung-gedung tersebut, kita bisa tahu bahwa
gedung PAUD barat terdiri atas Ruang Tunggu, Ruang Sains dan Teknologi,
Perpustakaan, Ruang Profesi, Ruang Budaya dan Religi. Sementara gedung PAUD
timur terdiri atas Ruang Tunggu, Ruang Komputer Kids, Ruang Puzzle Balok, Ruang
Pertunjukan dan Karaoke, serta Ruang Petualangan.
Gedung Oval
Setelah mengitari Playground
Arena dan melihat gedung-gedung PAUD dari depan, YogYES memutuskan untuk masuk
ke dalam Gedung Oval. Untuk masuk ke dalam gedung ini, anak-anak hanya harus
membayar Rp. 5000 rupiah, orang dewasa Rp. 10.000 rupiah, sementara tersedia
harga khusus bagi tamu rombongan siswa dan guru.
Begitu masuk, kita akan sampai di ruang depan,
dimana terdapat layar TV di lantai di sayap kanan dan kiri ruangan yang
menayangkan video penelitian tentang terbentuknya alam semesta, kehidupan pra
sejarah, dll. Dari ruang depan itu nampak sebuah terowongan pendek yang
ternyata adalah sebuah terowongan bawah air yang menembus Aquarium Air Tawar.
Dari balik kaca yang memisahkan terowongan dengan aquarium, nampak aneka jenis
ikan air tawar mulai dari lele, gurami, dsb berenang-renang dengan bebas.
Keluar dari terowongan, YogYES dikejutkan oleh sebuah patung dinosaurus besar yang meraung mengerikan.
Ternyata patung itu adalah "sambutan" bagi kita yang akan segera
memasuki Dome Area (area kubah). Sebuah ruangan berbentuk lingkaran yang besar
dan tinggi segera nampak. Di pinggir ruangan ini ada beberapa stand yang
memeragakan alat-alat iptek sederhana seperti Whimshurst Machine, Generator Van
de Graft, Air track (rel udara), peta kenampakan alam Indonesia lengkap dengan
lampu-lampu kecil warna-warni yang menandai letak gunung, sungai, danau, dsb,
pemadam kebakaran otomatis, pendeteksi banjir, tempat wudhu otomatis yang
langsung menyala begitu kita injak lantainya, dsb. Beberapa gambar dan diorama
kehidupan pra sejarah juga terdapat di lantai ini.
Setelah itu ada jalan
memutar naik ke lantai 2 dengan foto tokoh-tokoh dunia seperti Copernicus,
Einstein, dsb serta poster planet-planet tata surya kita di sepanjang
dindingnya. Lantai 2 gedung oval berisi alat peraga tentang alam semesta, bumi
kita, simulator gempa, simulator dan detector tsunami, peraga listrik, teknologi
konstruksi, zona telekomunikasi dan try science around the world.
Selain Gedung Oval, masih
ada lagi Gedung Kotak. Dalam gedung ini terdapat bioskop 4 Dimensi yang dapat
Anda nikmati bersama kelurga. Cukup membayar Rp. 15.000 per orang untuk menonton
satu film. Rencananya di Gedung Kotak ini juga akan terdapat Exhibition Hall,
Ruang Audiovisual, Radio Anak jogja, Souvenir Counter, zona materi dasar dan
penerapan iptek, laboratorium sains, serta Courses Classes
f.
DIRGANTARA

Museum ini
terletak di ujung utara Kabupaten Bantul perbatasan dengan Kabupaten Sleman
tepatnya di komplek Pangkalan Udara TNI-AU Adisucipto Yogyakarta. Museum ini
banyak menampilkan sejarah kedirgantaraan bangsa Indonesia serta sejarah
perkembangan angkatan udara RI pada khususnya. Selain terdapat diorama
juga terdapat bermacam-macam jenis pesawat yang dipergunakan pada masa perjuangan. Beberapa model dari pesawat tersebut adalah milik tentara jepang yang digunakan oleh angkatan udara Indonesia
Keberadaan Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala berdasarkan atas gagasan dari Pimpinan TNI AU untuk mengabadikan dan mendokumentasikan segala kegiatan dan peristiwa bersejarah di lingkungan TNI AU. Hal tersebut telah lama dituangkan dalam Keputusan Menteri/ Panglima Angkatan Udara No. 491, tanggal 6 Agustus 1960 tentang Dokumen dan Museum Angkatan Udara. Setelah mengalami proses yang lama, pada tanggal 21 April 1967, gagasan itu dapat diwujudkan dan organisasinya berada di bawah Pembinaan Asisten Direktorat Budaya dan Sejarah Menteri Panglima Angkatan Udara di Jakarta. Berdasarkan Instruksi Menteri/ Panglima Angkatan Udara Nomor 2 tahun 1967, tanggal 30 Juli 1967 tentang peningkatan kegiatan bidang sejarah, budaya, dan museum, maka Museum Angkatan Udara mulai berkembang dengan pesat. Berkat perhatian yang besar, baik dari Panglima Angkatan Udara maupun Panglima Komando Wilayah Udara V (Pang Kowilu V), pada tanggal 4 April 1969 Museum Pusat TNI AU yang berlokasi di Markas Komando Udara V, di Jalan Tanah Abang Bukit Jakarta, diresmikan oleh Panglima Angkatan Udara Laksamana Roesmin Noerjadin.
Berdasarkan berbagai pertimbangan bahwa kota Yogyakarta pada periode 1945-1949 mempunyai peranan penting dalam sejarah, yaitu tempat lahirnya TNI AU dan pusat kegiatan TNI AU, serta merupakan kawah Candradimuka bagi Kadet Penerbang/ Taruna Akademi Angkatan Udara. Berdasarkan Keputusan Kepala Staf TNI AU Nomor Kep/11/IV/1978, museum yang semula berkedudukan di Jakarta, kemudian dipindahkan ke Yogyakarta. Selanjutnya, berdasarkan Surat Keputusan Kepala Staf TNI AU Nomor Skep/04/IV/1978 tanggal 17 April 1978, museum yang berlokasi di Kampus Akabri Bagian Udara itu ditetapkan oleh Marsekal TNI Ashadi Tjahyadi menjadi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, pada tanggal 29 Juli 1978 yang bertepatan dengan peringatan Hari Bhakti TNI AU. Perkembangan selanjutnya, museum itu tidak dapat menampung lagi koleksi alutsista yang ada karena lokasinya yang sukar dijangkau oleh umum dan kendaraan. Oleh karena itu, Pimpinan TNI AU memutuskan untuk memindahkannya ke gedung bekas pabrik gula di Wonocatur Lanud Adisucipto. Sebelum pemindahan dilakukan gedung itu direhabilitasi untuk dijadikan Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala. Pada tanggal 17 Desember 1982, Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Ashadi Tjahjadi menandatangani prasasti sebagai bukti dimulainya rehabilitasi gedung itu.
Penggunaan dan pembangunan kembali gedung bekas pabrik gula itu diperkuat dengan Surat Perintah Kepala Staf TNI AU Nomor Sprin/05/IV/1984, tanggal 11 April 1984. Dalam rangka memperingati Hari Bhakti TNI AU, tanggal 29 Juli 1984, Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Sukardi meresmikan gedung yang sudah direhabilitasi itu sebagai gedung Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala. Lokasi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala itu berada di Pangkalan Udara Adisucipto, di bawah Sub Dinas Sejarah, Dinas Perawatan Personel TNI AU, Jakarta.
Bangunan, Gedung Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala yang ditempati sekarang adalah bekas pabrik gula Wonocatur pada zaman Belanda, sedangkan pada zaman Jepang digunakan untuk gudang senjata dan hanggar pesawat terbang.
Koleksi, Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala memamerkan benda-benda koleksi sejarah, antara lain : koleksi peninggalan para pahlawan udara, diorama, pesawat miniatur, pesawat terbang dari negara-negara Blok Barat dan Timur, senjata api, senjata tajam, mesin pesawat, radar, bom atau roket, parasut dan patung-patung tokoh TNI Angkatan Udara.
juga terdapat bermacam-macam jenis pesawat yang dipergunakan pada masa perjuangan. Beberapa model dari pesawat tersebut adalah milik tentara jepang yang digunakan oleh angkatan udara Indonesia
Keberadaan Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala berdasarkan atas gagasan dari Pimpinan TNI AU untuk mengabadikan dan mendokumentasikan segala kegiatan dan peristiwa bersejarah di lingkungan TNI AU. Hal tersebut telah lama dituangkan dalam Keputusan Menteri/ Panglima Angkatan Udara No. 491, tanggal 6 Agustus 1960 tentang Dokumen dan Museum Angkatan Udara. Setelah mengalami proses yang lama, pada tanggal 21 April 1967, gagasan itu dapat diwujudkan dan organisasinya berada di bawah Pembinaan Asisten Direktorat Budaya dan Sejarah Menteri Panglima Angkatan Udara di Jakarta. Berdasarkan Instruksi Menteri/ Panglima Angkatan Udara Nomor 2 tahun 1967, tanggal 30 Juli 1967 tentang peningkatan kegiatan bidang sejarah, budaya, dan museum, maka Museum Angkatan Udara mulai berkembang dengan pesat. Berkat perhatian yang besar, baik dari Panglima Angkatan Udara maupun Panglima Komando Wilayah Udara V (Pang Kowilu V), pada tanggal 4 April 1969 Museum Pusat TNI AU yang berlokasi di Markas Komando Udara V, di Jalan Tanah Abang Bukit Jakarta, diresmikan oleh Panglima Angkatan Udara Laksamana Roesmin Noerjadin.
Berdasarkan berbagai pertimbangan bahwa kota Yogyakarta pada periode 1945-1949 mempunyai peranan penting dalam sejarah, yaitu tempat lahirnya TNI AU dan pusat kegiatan TNI AU, serta merupakan kawah Candradimuka bagi Kadet Penerbang/ Taruna Akademi Angkatan Udara. Berdasarkan Keputusan Kepala Staf TNI AU Nomor Kep/11/IV/1978, museum yang semula berkedudukan di Jakarta, kemudian dipindahkan ke Yogyakarta. Selanjutnya, berdasarkan Surat Keputusan Kepala Staf TNI AU Nomor Skep/04/IV/1978 tanggal 17 April 1978, museum yang berlokasi di Kampus Akabri Bagian Udara itu ditetapkan oleh Marsekal TNI Ashadi Tjahyadi menjadi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, pada tanggal 29 Juli 1978 yang bertepatan dengan peringatan Hari Bhakti TNI AU. Perkembangan selanjutnya, museum itu tidak dapat menampung lagi koleksi alutsista yang ada karena lokasinya yang sukar dijangkau oleh umum dan kendaraan. Oleh karena itu, Pimpinan TNI AU memutuskan untuk memindahkannya ke gedung bekas pabrik gula di Wonocatur Lanud Adisucipto. Sebelum pemindahan dilakukan gedung itu direhabilitasi untuk dijadikan Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala. Pada tanggal 17 Desember 1982, Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Ashadi Tjahjadi menandatangani prasasti sebagai bukti dimulainya rehabilitasi gedung itu.
Penggunaan dan pembangunan kembali gedung bekas pabrik gula itu diperkuat dengan Surat Perintah Kepala Staf TNI AU Nomor Sprin/05/IV/1984, tanggal 11 April 1984. Dalam rangka memperingati Hari Bhakti TNI AU, tanggal 29 Juli 1984, Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Sukardi meresmikan gedung yang sudah direhabilitasi itu sebagai gedung Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala. Lokasi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala itu berada di Pangkalan Udara Adisucipto, di bawah Sub Dinas Sejarah, Dinas Perawatan Personel TNI AU, Jakarta.
Bangunan, Gedung Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala yang ditempati sekarang adalah bekas pabrik gula Wonocatur pada zaman Belanda, sedangkan pada zaman Jepang digunakan untuk gudang senjata dan hanggar pesawat terbang.
Koleksi, Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala memamerkan benda-benda koleksi sejarah, antara lain : koleksi peninggalan para pahlawan udara, diorama, pesawat miniatur, pesawat terbang dari negara-negara Blok Barat dan Timur, senjata api, senjata tajam, mesin pesawat, radar, bom atau roket, parasut dan patung-patung tokoh TNI Angkatan Udara.
g. PUSAT
BAKPIA PATHOK “DJAVA”
ü Bakpia sebenarnya berasal dari
negeri Cina,
aslinya bernama Tou Luk Pia, yang artinya adalah kue pia (kue)
kacang hijau.
ü Bakpia mulai diproduksi di kampung
Pathok Yogyakarta, sejak sekitar tahun 1948. Waktu itu masih diperdagangkan
secara eceran dikemas dalam besek tanpa label, peminatnya pun masih sangat
terbatas.
ü Prosesnya berlanjut hingga
mengalami perubahan dengan kemasan kertas karton disertai label tempelan.
ü Pada tahun 1980 mulai tampil
kemasan baru dengan merek dagang sesuai nomor rumah.
ü Diikuti munculnya bakpia-bakpia
lain dengan merek dagang nomer berlainan. Demikian pesatnya perkembangan
"kue oleh-oleh" itu hingga mencapai booming sejak sekitar tahun 1992.
ü Produksi bakpia yang dilakukan
oleh bapak Arlen Sanjaya.

BAB
III
KESIMPULAN
KESIMPULAN
Kami mengambil kesimpulan bahwa dengan dilaksanakannya
program SKAL ini,kami dapat lebih mengenal lingkungan sekitar dan
budaya-budayanya khususnya Jogjakarta. Dengan itu kami sangat mendukung program
ini untuk selanjutnya. Selain dapat mengenal dan mempelajari budayanya di
Keraton Jogjakarta kami juga mendapatkan kesan yang mendalam, dan kenangan yang
tak akan kami lupakan. Tak hanya itu saja tapi kami juga dapat mempelajari
tentang perkembangan teknologi di Taman Pintar.
BAB IV
SARAN-SARAN
1. kita sebagai generasi muda harus menadi generasi penerus bangsa dengan cara giat belajar dan berlatih supaya menjadi siswa – siswi yang terampil dan bertaqwa
2. Kita sebagai warga negara harus menjaga dan melestarikan bdaya bangsa dengan memelihara tempat – tempat bersejarah sebagai peninggalan nenek moyang kita
3. penulis berharap dengan berkembangnya kebudayaan barat di harapkan pada rekan generasi muda mampu memilih dan menilia budaya yang masuk dan berusaha mempertahankan kebudayaan bangsa sendiri.
BAB
V
PENUTUP
JIKA SINGKAT MINTA DIULAS JIKA PANJANG MINTA DIKERAT
Sekian laporan SKAL
yang dapat kami buat, sebenarnya kami masih ingin menyampaikan banyak hal dalam
laporan ini, tetapi karena keterbatasan waktu dan kemampuan kami, hanya sebatas
inilah laporan yang dapat kami susun.
Kami menyadari
bahwa dalam penyusunan laporan ini kami masih banyak kekkurangan seperti
susunan dan tata bahasanya. Oleh karena itu kami mohon kritik dan saran yang
membangun dari pada bapak/ibu guru atau teman-teman yang telah membaca laporan
kami ini.
Dengan tersusunnya
laporan ini, kami berharap bisa mendukung pelaksanaan program SKAL selanjutnya
sehingga program SKAL dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Sebagai manusia,
kami tak luput dari kesalahan, apabila ada hal yang kurang berkenan di hati
para pembaca, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga laporan yang kami
buat ini dapat bermanfaat bagi kita semua,
Amin ........


Tidak ada komentar:
Posting Komentar